Cara Mengaktifkan WhatsApp Fingerprint Lock

Cara Mengaktifkan WhatsApp Fingerprint Lock

Sesudah sempat ada dalam WhatsApp versus beta beberapa waktu lalu, feature fingerprint lock di aplikasi WhatsApp pada akhirnya sekarang dapat dijajal oleh pemakai WhatsApp dengan luas. Seperti namanya, feature ini sangat mungkin pemakai menutup aplikasi WhatsApp dan cuma bisa membukanya dengan memindai sidik jari. Dengan catatan, smartphone yang digunakan harus juga mempunyai feature sensor fingerprint.

Esensi feature ini ialah membuat perlindungan privacy pemakai, dimana pembicaraan pribadi cuma dapat disaksikan oleh sang pemilik hp. Pengamatan KompasTekno, Jumat (1/11/2019), WhatsApp telah menggelindingkan pembaharuannya melalui Play Store. Aplikasi WhatsApp KompasTekno juga sekarang ada di versus 2.19.308.

Bila pemakai tidak temukan feature fingerprint lock, lebih baiknya mereka mengupdate aplikasi WhatsApp mereka ke versus yang paling anyar di toko aplikasi punya Google barusan. Nah, lalu bagaimanakah cara memakai feature ini? Langkah aktifkan feature fingerprint lock WhatsApp Feature fingerprint lock di WhatsApp dapat diketemukan di menu “Privasi” yang dapat dibuka di menu “Akun” pada halaman penataan WhatsApp.

Sesudah masuk ke halaman “Privasi”, pilih menu “Fingerprint lock” serta aktifkan pilihan “Unlock with fingerprint”. Butuh dicatat, sebelum aktifkan feature fingerprint lock ini, pemakai harus mendaftar sidik jari mereka terlebih dulu.

Huawei Mulai Jual Modem 4G Balong 711 buat Fitur IoT di Dunia

Triknya hampir serupa dengan menyetel penataan pemindai sidik jari di hp. Selanjutnya, pemakai akan disuruh pilih feature keamanan lain sebelum mendaftar sidik jarinya, yaitu dengan pilih feature kemanan skema, PIN, atau password.

Sesudah mendaftar skema, PIN, atau password, baru pemakai akan disuruh untuk mendaftar sidik jari yang akan dipakai untuk buka WhatsApp. Nanti akan ada pilihan interval waktu untuk menutup WhatsApp. Pilihan waktu yang ada ialah selekasnya mungkin sesudah aplikasi WhatsApp ditutup, satu menit, sampai 30 menit.

Pemakai juga dapat mengendalikan selanjutnya apa isi chat baru yang masuk bertepatan dengan pemberitahuan masih dapat bisa dibaca ataukah tidak. Dengan begitu, tingkat keamanan WhatsApp dari keisengan beberapa orang seputar akan terminimalisir.

Butuh diingat, walau berkesan aman serta cuma pemiliknya saja yang dapat buka WhatsApp, aplikasi itu tidak minta verifikasi sidik jari dalam beberapa keadaan. Contohnya, pemakai yang aktifkan feature “quick reply” masih dapat membalas pesan melalui pemberitahuan tak perlu buka basis WhatsApp. Selanjutnya, bila ada panggilan WhatsApp masuk, pemakai dapat juga langsung menjawabnya tak perlu buka WhatsApp dengan sidik jari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *